SUV Terbaik dari Ford

SUV Terbaik dari Ford – Ford Motor Indone­ sia, cukup terlambat bicara soal ment pada improv- line-up Medium SUV racikannya. Yup, disaat rival sekelasnya telah menyajikan desain futuristik, Everest masih percaya dengan desain ‘old school’ yang dimilkinya dulu. Tetapi kini, Ford pun mampu membuktikan, bahwa ia juga bisa menghadirkan sebuah SUV dengan desain futuristik demi mengikuti perkembangan model di Dunia. Kami pun harus mengakui, bahwa Everest telah melakukan perubahan menyeluruh. Mulai dari desain eksterior, desain interior, fitur dan mesin berubah total. Dimulai dari desain eksterior, Everest sekarang memiliki tampilan dengan karakter sebuah SUV dari Amerika. Bentuk bonet yang besar dan tegap, lengkap dengan otot pada sisi samping, menjadi Everest terlihat kuat.

Pada bagian belakang juga banyak direvisi. Hilang sudah kesan old school, dimana dulu Everest menempatkan ban cadangan tergantung pada pintu belakang, sekarang semua terlihat futuristik dengan lekukan yang membulat. Tentu bukan tanpa maksud Everest menghadirkan desain yang futuristik. Karena berkat desain tersebut, Everest memiliki sistem aerodinamis yang lebih baik dengan model pendahulunya. Hal ini tentu berhubungan dengan hambatan angin, yang berpengaruh pada kerja mesin dan konsumsi BBM yang dapat lebih efisien. Menariknya lagi Everest terlihat lebih tinggi dari model pendahulunya. Wajar, karena SUV dari negeri Paman Sam ini, menggunakan pelek berdiameter 20 inchi. Data pun memaparkan bahwa Everest memiliki ground clearance 225 mm, hingga diklaim Everest mampu melewati air setinggi 800 mm.

Pada bagian interior Anda akan melihat perpaduan warna beige dan hitam. Terlihat jelas pada bagian dasbor dengan desain yang mewah dan perpaduan yang pas. Jika pandangan menoleh keatas, Anda akan melihat tersedinya kaca panoramic demi memanjakan penumpang dengan melihat pemandangan langit, meski di Indonesia fitur ini jarang sekali digunakan. Tepat berada di konsul tengah, terdapat pengaturan mode berkendara yang dinamai Terrain Management System (TMS). Pada pengaturan tersebut tersedia mode Normal, Snow/gravel/ grass, Sand dan Rock. Masingmasing mode memiliki karakter berkendara yang berbeda­beda, karena mode tersebut mengubah respon throttle, transmisi dan kontrol traksi. Kini saatnya kami membahas sektor ruang mesin.

Sebenarnya Everest memiliki 2 pilihan mesin diesel, bagi line-up yang akan dihadirkan di Indonesia, yaitu 2.200 cc Durotorq TDCi 4­silinder yang mampu mengeluarkan tenaga sebesar 157 dk dan torsi 385 Nm. Sedangkan untuk mesin lainnya berkapasitas 3.200 cc Durotorq TDCi 5­silinder, dapat melontarkan tenaga hingga 197 dk dan torsi 470 Nm. Tenaga itu disalurkan dengan transmisi otomatis 6­speed dan manual 6­speed. Sayangnya saat ini unit yang dijual di tanah air, ialah bermesin 2.200 cc dan hanya menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan. Mesin 3.200 cc dan fitur 4×4 akan baru hadir di tahun depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *